KESEHATAN WANITA SEPANJANG SIKLUS KEHIDUPAN

on Jumat, 12 Agustus 2011


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendekatan yang diterapkan dalam menguraikan ruang lingkup Kesehatan Reproduksi adalah pendekatan siklus hidup, yang berarti memperhatikan kekhususan kebutuhan penannganan sistem reproduksi pada setiap fase kehidupan, serta kesinambungan antar fase kehidupan tersebut. Dengan demikian, masalah kesehatan reproduksi pada setiap fase kehidupan dapat diperkirakan, yang bila tidak ditangani dengan baik maka hal ini dapat berakibat buruk pada masa kehidupan selanjutnya.

B. Tujuan
1. Mengetahui perubahan yang terjadi pada fase bayi
2. Mengetahui perubahan yang terjadi pada fase kanak - kanak
3. Mengetahui perubahan yang terjadi pada fase Pubertas
4. Mengetahui perubahan yang terjadi pada fase Remaja
5. Mengetahui perubahan yang terjadi pada fase Reproduksi
6. Mengetahui perubahan yang terjadi pada fase Klimakterium
7. Mengetahui perubahan yang terjadi pada fase Menopause
8. Mengetahui perubahan yang terjadi pada fase Senium




C. Manfaat
Bagi mahasiswa
makalah ini dapat bermanfaat untuk mengetahui tentang tahap-tahap yang terjadi pada perubahan kesehatan wanita sepanjang siklus kehidupan.

BAB II
ISI
KESEHATAN WANITA SEPANJANG SIKLUS KEHIDUPAN
A. Siklus kesehatan wanita serta perubahan yang terjadi pada setiap tahapnya
Dalam kehidupannya, wanita mempunyai tahapan masa yaitu masa bayi, masa kanak-kanak, pubertas, reproduksi, klimakterium, menopause dan senium.
1. Bayi
Perubahan pada bayi lahir cukup bulan :
a. Pembentukan genitalia interna telah sempurna
b. Folikel pada kedua ovarium telah lengkap
c. Genitalia eksterna telah terbentuk
d. Minggu pertama dan kedua setelah lahir, bayi masih membawa pengaruh estrogen yang didapat saat dlm kandungan. Pengaruh ini seperti :
e. Epitel vagina relative tebal dan pH vagina 5
f. 1/3 bayi perempuan endoserviksnya tidak terhenti pada ostium uteri eksternum tetapi menutupi juga sebagian dari portio servisis uteri (pseudoerosio kongenitalis)
2. Kanak-kanak
Yang khas pada kanak-kanak adalah perangsangan oleh hormon kelamin sangat kecil. Pada masa ini alat-alat genitalnya tidak menunjukkan pertumbuhan yang berarti hingga pada permulaan pubertas tetapi pengaruh hipofisis sangat terlihat pada pertumbuhan badannya. Pada masa ini sudah nampak perbedaan antara perempuan dan laki-laki terutama pada tingkah lakunya yang juga ditentukan oleh lingkungan dan pendidikan.
3. Pubertas/Remaja
Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak ke masa dewasa. Antara kedua masa ini tidak ada batasan yang terlihat, hanya saja pada masa pubertas diawali dengan berfungsinya ovarium dan berakhir pada saat ovarium berfungsi dengan mantap dan teratur. Pada masa ini terjadi perubahan organ-organ fisik secara cepat dan perubahan tersebut tidak seimbang dengan perubahan kejiwaannya dan terjadi kematangan seksual atau alat-alat reproduksi.
Tahapan pubertas/remaja
a. Masa remaja awal (10-12 tahun)
1) Merasa lebih dekat dengan teman sebaya
2) Merasa ingin bebas
3) Lebih banyak memperhatikan keadan tubuhnya dan mulai suka berkhayal

b. Masa remaja tengah (13-15 tahun)
1) Ingin mencari identitas diri
2) Ada keinginan untuk berkencan atau mulai tertarik dengan lawan jenis
3) Timbul perasaan cinta yang mendalam
4) Kemampuan berpikir abstrak makin berkembang
5) Berkhayal mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksual

c. Masa remaja akhir (16-19 tahun)
1) Menampakkan pengungkapan kebebasan diri
2) Dalam mencari teman sebaya lebih selektif
3) Memiliki citra terhadap dirinya
4) Dapat mewujudkan perasaan cinta
5) Memiliki kemampuan berpikir abstrak
Tanda-tanda perubahan yang terjadi pada remaja wanita
1. Perubahan fisik
2. Tanda-tanda primer
Adanya perubahan kematangan organ-organ reproduksinya yang ditandai dengan datangnya haid.Ovarium mulai berfungsi dengan matang dibawah pengaruh hormone gonadotropin dan hipofisis, folikel mulai tumbuh meski belum matang tetapi sudah dapat mengeluarkan estrogen. Korteks kelenjar suprarenal membentuk androgen yang berperan pada pertumbuhan badan. Selain pengaruh hormone somatotropin diduga kecepatan pertumbuhan wanita dipengaruhi juga oleh estrogen.
Tanda-tanda sekunder
a. Rambut
Tumbuhnya rambut pada kemaluan ini terjadi setelah pinggul dan payudara mulai berkambang. Bulu ketiak dan bulu pada wajah mulai tampak setelah datang haid. Rambut yang mula-mula berwarna terang berubah menjadi lebih subur, gelap, kasar, keriting.
b. Pinggul
Pinggul berubah menjadi lebih memebesar dan membulat. Hal ini disebabkan karena membesranya tulang pinggul dan lemak dibawah kulit.
c. Payudara
Bersamaan dengan membesarnya pinggul maka payudara juga membaesar dan puting susu ikut menonjol. Disini makin membesarnya kelenjar susu maka payudara semakin besar dan bulat.
d. Kulit
Kulit menjadi semakin kasar, lebih tebal dan pori-pori lebih membesar. Tetapi kulit wanita lebih lembut daripada kulit pria.
e. Kelenjar lemak dan kelenjar keringat
Kelenjar lemak dan keringat menjadi lebih aktif. Pada masa ini sering timbul masalah jerawat karena adanya sumbatan kelenjar keringat dan baunya menusuk pada saat sebelum dan sesudah haid.
f. Otot
Menjelang akkhir masa puber, otot menjadi semakin membesar dan kuat. Akibat akan terbentuk bahu, lengan dan tungkai kaki.
g. Suara
Suara berubah menjadi merdu.
1. Perubahan kejiwaan
2. Perubahan emosi
Remaja lebih peka atau sensitif sehingga lebih mudah menangis, cemas, frustasi, bisa tertawa tanpa alasan yang jelas. Selain itu, mudah bereaksi bahkan agresif terhadap gangguanatau rangsangan luar yang mempengaruhinya. Pada masa ini ada kecenderungan tidak patuh pada orang tua, lebih suka pergi sama teman, tidak betah tinggal dirumah.
a. Perkembangan intelrgensia
Pada perkembangan ini remaja cenderung mengembangkan cara berpikir abstrak dan ingin mengetahui hal-hal baru yang mendorong perilaku ingin coba-coba.
4.Reproduksi
Masa ini terpenting bagi wanita dan kira-kira berlangsung 33 tahun. Haid pada masa ini paling teratur dan memungkinkan untuk kehamilan. Tetapi setelah usia 40 tahun keatas akan mulai terjadi penurunan kesuburan atau fertilitas.
5. Klimakterium
Klimakterium bukan suatu keadaan patologik melainkan suatu masa peralihan yang normal yang berlangsung beberapa tahun sebelum dan sesudah menopause. Fase klimakterium berlangsung bertahap yaitu :
1. Sebelum menopause
Pada masa ini klimakterium kira-kira dimulai 6 tahun sebelum masa menopause. Disini, fungsi organ reproduksinya mulai turun, kadar estrogen mulai turun dan kadar hormon gonadotropin mulai meningkat sampai timbulnya keluhan tanda-tanda menopause.
2. Selama menopause
Terjadi selama berlangsungnya menopause, rentangan 1-2 tahun sebelum sampai 1 tahun sesudah menopause. Pada periode ini wanita mengalami keluhan memuncak.
3. Sesudah menopause
Masa ini berlangsung mulai 6-7 tahun ssesudah menopause. Pada saat ini kadar estrogen sudah pada titik rendah sesuai dengan keadaan senium dan disertai dengan mulai memburuknya kondisi badan.
Perubahan yang terjadi :
a) Terjadi penurunan kadar estrogen dan kadar gonadotropin mulai meningkat
b) Organ reproduksi mulai mengalami penurunan fungsi : ovarium mengecil, uterus mengecil, epitel vagina menipis.
c) Jumlah folikel menjadi hanya beberapa ribu buah saja dan lebih resisten terhadap rangsanngan gonadotropin
d) Pada usia 40 tahun lebih siklus haid mulai tidak disertai dengan ovulasi
e) Terjadi perubahan kesuburan seorang wanita muali menurun pada awal klimakterium
f) Perubahan perdarahan pada premenopause
g) Pasca menopause terjadi gangguan vegetatif, psikis, organis.

6. Menopause
Menopause adalah periode berhentinya haid secara alamiah atau suatu masa dimana seorang wanita mengalami perdarahan haid terakhir dan tidak pernah mendapatkan haid lagi. Menopause menyebabkan beberapa perubahan fisik yang dapat mempengaruhi fungsi seksual seorang wanita. Ini semua merupakan akibat dari berkurangnya kadar estrogen dan progesteron. Perubahan yang terjadi pada masa ini yaitu :
1. Perubahan psikis
Perubahan psikis pada masa menopause sangat bergantung pada masing-masing individu. Pengetahuan yang cukup akan membantu seorang wanita memahami dan mempersiapkan dirinya menjalani masa ini dengan lebih baik. Perubahan yang terjadi :
- Rasa khawatir : perasaan merasa tua, tidak menarik lagi, takut tidak bisa memenuhi kebutuhan seksual suami
- Rasa tertekan karena takut menjadi tua
- Lebih sensitif dan emosi (marah, cemas, depresi )
1. Perubahan fisik
Perubahan yang terjadi meliputi :
- Kulit menjadi kendor
- Kulit menjadi kering dan keriput
- Kulit manjadi mudah terbakar sinar matahari
- Timbul pigmentasi pada kulit
- Payudara mulai lembek
- Vagina menjadi kering
- Epitel vagina menipis
- Dispareunia
- Perasaan panas dan berkeringat pada malam hari (hot fluse)
- Tidak dapat menahan air seni
- Hilangnya jaringan penunjang
- Penambahan berat badan
- Gangguan mata
- Nyeri tulang dan sendi
7. Senium
Pada masa ini telah terjadi kesimbangan hormonal yang baru. Pada masa ini perubahan yang terjadi ialah kemunduran alat-alat tubuh dan kemampuan fisik sebagai proses menjadi tua. Dalam masa ini cenderung terjadi osteoporosis yang disebabkan oleh pengaruh hormon steroid dan osteotrofoblas yang berkurang.
D. Faktor-faktor yang mempengaruhi siklus kesehatan wanita
1. Masa bayi
Faktor yang mempengaruhi siklus kehidupan wanita pada masa bayi :
1.
1. Lingkungan
2. Kondisi ibu
3. Sikap orang tua
4. Aspek psikologi pada masa bayi
5. Sistem reproduksi
1. Masa kanak-kanak
Ada 2 faktor yang mempengaruhi kehidupan wanita pada masa ini :
1.
1. faktor dalam
- Hal-hal yang diwariskan orang tua spt bentuk tubuh
- Kemampuan intelektual
- Keadaan hormonal tubuh
- Emosi dan sifat
1.
1. faktor luar
- Keluarga
- Gizi
- Budaya setempat
- kebiasaan anak dalam hal personal hygiene
1. Masa pubertas/remaja
Faktor yang berpengaruh :
- Status gizi
- Pendidikan
- Lingkungan dan pekerjaan
- Seks dan seksualitas
- Kesehatan reproduksi remaja itu sendiri
1. Masa dewasa/reproduksi
2. Faktor yang berpengaruh yaitu :
- Perkembangan organ reproduksi
- Tanggapan seksual
- Kedewasaan psikologi
1. Masa usia lanjut (klimakterium, menopause, senium)
Faktor yang berpengaruh :
- Faktor hormonal
- Kejiwaan
- Lingkungan
- Pola makan
- Aktifitas fisik

DAFTAR PUSTAKA

1. Manuaba. Memahami Kesehatan reproduksi wanita. EGC;Jakarta; 1999.
2. Mohamad, Kartono. Kontradiksi Dalam Kesehatan Reproduksi. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta;1998.
3. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Bunga rampai Obstetri dan Ginekologi Sosial, Jakarta

0 komentar:

Poskan Komentar